Blog tentang Internet, Software, Android dan Blog

11/09/15

Cara Mudah Melakukan Uji Normalitas di SPSS

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS - Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang uji normalitas suatu data dengan menggunakan SPSS. Kebetulan, saya dan teman - teman saya akan menghadapi skripsi sebentar lagi. Tentunya dalam skripsi diperlukan keahlian dalam mengolah data. Akan tetapi, pengolahan data dengan menggunakan jasa orang cukup mahal. Biayanya bisa sekitar 300 - 500rb.

Padahal jika kamu rajin saja membaca buku atau mencari informasi tentang pengolahan data, kamu bisa melakukan dengan sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam pengolahan data, yaitu uji validitas, uji realibilitas, dan uji normalitas. Selain itu ada lagi uji t-test, anova, regresi dan lain sebagainya tergantung pada sampel penelitian kamu.

Pada kesempatan kali ini, kita belajar dulu tentang uji normalitas ya. Nanti bakalan nyusul uji realiabilitaas dan uji validitas ^^ Yuk ikutin tutorial di bawah ini untuk melakukan uji normalitas

UJI NORMALITAS


Uji normalitas? Buat apa sih? Sebenarnya dari namanya saja kita sudah mempunyai sedikit gambaran. Uji ini digunakan untuk melihat apakah distribusi data kita normal atau tidak. Kalau gak normal rupanya kenapa? kalau gak normal sudah jelas penelitian kita bisa diragukan. Namanya juga gak normal haha.. kalau orang yang udah gak normal omongannya diragukan juga kan? Haa.. sama juga kayak penelitian.

Syarat sebuah data normal apabila

P > 0,05 maka distribusi data normal
P < 0,05 maka distribusi data tidak normal

P yang dimaksud disini adalah signifikansi

Loh, terus cara nyari signifikansinya gimana? Sabar yah, nih tutorial di bawah ini ada kok :p

1. Langkah pertama siapkan data yang ingin diuji normalitasnya dalam excel atau word. Pisahkan mana yang menjadi Variabel X dan mana yang menjadi Variabel Y



2. Selanjutnya buka SPSS kamu dan pindahkan data ke dalam SPSS kamu. Pilih Variabel View di pojok kiri bawah. Pada Name tuliskan motivasi kemudian prestasi di bawahnya. Pada decimals ubah menjadi angka 0 dan pada bagian Label tuliskan motivasi belajar kemudian prestasi belajar di bawahnya. Ingat sesuaikan dengan variable kamu yah.



3. Setelah itu, klik Data View  dan masukkan data motivasi belajar dan prestasi belajar tadi. Bisa dengan menggunakan copy paste



4. Langkah selanjutnya, kita akan merubah data dalam bentuk unstandardized residual, caranya adalah menu SPSS pilih Analyze - Regression - Linear



5. Muncul kotak dengan nama Linear Regression, selanjutnya masukkan variabel  prestasi belajar (Y) ke Dependent dan variabel motivasi belajar (X) ke Independent - Save



6. Akan muncul lagi kota dialog dengan nama Linear Regression  pada bagian Residuals beri centang pada Unstandardized. Selanjutnya klik Continue, lalu klik Ok. Maka akan muncul variabel baru dengan nama RES_1. Abaikan output dari SPSS


7.  Selanjutnya pilih menu Analyze kembali, lalu pilih Non-Parametic Test, klik Legaci Dialog, kemudian pilih submenu 1-Sample K-S



8. Muncul kotak dialog lagi dengan nama One - Sampel Kolmogorov - Smirnov Test. Selanjutnya, masukkan variabel  Unstandardized Residuals ke kotak Test Variable List pada Tabel Distribution dan beri centang pada Normal




9. Tadaa.. hasil outpunnya akan segera keluar. Selanjutnya untuk melihat hasil dari uji normalitas kamu hanya perlu memperhatikan yang tulisan Asymp. Sig  (2-tailed). Jika lebih besar dari 0,05 maka distribusi normal. Jika kurang dari 0,05 maka distribusi tidak normal


Sekian tutorial singkat dari saya tentang cara melakukan uji normalitas pada data, semoga bermanfaat ^^

Sumber : http://www.spssindonesia.com/2014/01/uji-normalitas-kolmogorov-smirnov-spss.html

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mudah Melakukan Uji Normalitas di SPSS

0 komentar:

Poskan Komentar